Minggu, 20 Februari 2011

Memaksimalkan Kamera Pocket


clip_image001

Gambar yg saya ambil dgn kamera saku yg hanya memiliki ISO setting

Buat yang nggak punya kamera SLR dan hanya memiliki kamera digital biasa (kamera saku) jangan berkecil hati. Sebenarnya kalau kita tahu fitur-fitur yang sudah ada di pocket kamera, tahu kegunaan dan cara memakainya gambar yang bagus juga bisa di dapat kok. Dengan membeli kamera DSLR tidak menjamin gambar yang kita hasilkan akan lebih bagus dibandingkan jika kita menggunakan kamera saku, kecuali kalau SLRnya yang kelas premium n lensanya juga kualitas premium (biasanya SLR kelas premium harga kamera + lensa = harga New Kawak Ninja 150 RR) Saat saya membeli kamera, sang penjual sempat memamerkan foto-foto karyanya dengan menggunakan kamera saku biasa, asli bagus-bagus saya aja ampe bengong ngeliatnya. Penjual tersebut mengatakan “kamera saku sekarang sudah bagus-bagus kok, tinggal siapa yang make aja” sambil nunjukin sebuah foto kumbang kecil sedang kawin (gambarnya bagus banget, tadinya saya kira diambil pake SLR, sayang karena faktor hak cipta, jadi nggak boleh saya minta). Berikut 4  hal yang harus brader n sis perhatikan (jika fiturnya ada) supaya dapat memaksimalkan kamera saku sampeyan.

1. ISO
Dipakai untuk menyesuaikan sensivitas kamera terhadap cahaya, biasanya di kamera saku ISO ini berkisar di angka 100-1000. Untuk mengambil gambar di tempat yang kurang cahaya atau saat malam hari gunakan ISO yang tinggi, sebaliknya jika tempat tersebut cukup terang, gunakan ISO rendah. Kebanyakan orang menggunakan auto setting, percayalah….mending di utak-atik ISOnya, pasti gambarnya lebih bagus

2. Aperture
Fitur satu ini biasanya dilambangkan dengan huruf “AV” atau “A”. Dengan mode ini kita bisa mengatur Depth of Field (DOF), apakah kita akan mengambil gambar dengan latar yang ngeblur atau latar yang jelas. Aperture alias diameter bukaan lensa inilah yang sebenarnya diutak-atik, untuk menghasilkan gambar yang latar belakangnya ngeblur, gunakan bukaan lensa yang besar. Bukaan lensa yang besar ditunjukan dengan angka di f/xx yang semakin kecil, vice versa bukaan lensa yang kecil angka f/xxnya besar. Contoh: untuk mengambil gambar dengan latar belakang yang ngeblur dengan kamera saku anda, gunakan f/2,8. Sedangkan jika ingin latar yang jelas gunakan f/8, gambar di bawah menunjukkan area yang ditangkap oleh lensa.

clip_image002

ilustrasi aperture courtesy of photoxels

Perlu diingat, untuk mengambil gambar dengan latar ngeblur dengan kamera saku, jarak antara kamera dan obyek harus sangat dekat. Untuk SLR dengan lensa tele, obyeknya tidak harus dekat….cuman ya itu harganya itu clip_image003lensa tele yang bagus harganya sama seperti vixion baru clip_image004

3. White Balance
Untuk foto-foto lansekap gunakan saja auto, tapi jika brader sedang ada di dalam kota di malam hari dengan lampu-lampunya yang cantik coba untuk preset/custom white balancenya. Caranya adalah dengan membidik obyek berwarna putih di lokasi pengambilan gambar tersebut setelah sebelumnya masuk ke menu tersebut.

clip_image005

Gambar dengan bukaan lensa besar

4. Auto Focus
Saat kita berkata “satu….dua….tiii..ga” kebanyakan para pengguna kamera saku menekan tombolnya saat berkata “ga”. Buat yang ngerasa begitu silahkan dicoba untuk setengah (1/2)  menekan tombol “jepret” sejak sebelum berkata “cie duo tigo” supaya lensa terlebih dahulu fokus terhadap obyek. Setelah fokus, langsung jepret deh.

Mudah-mudahan bermanfaat ….

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar