Minggu, 20 Februari 2011

Nikon D40


clip_image001
Ada beberapa DSLR untuk segment pemula dengan harga yang cukup ekonomis dikisaran 5 juta rupiah (termasuk lensa kitnya), diantaranya Nikon D40, Canon 400D, Sony Alpha 200, Pentax 100K dan Olympus E400. Bila kita akan memilih DSLR, yang menjadi pertimbangan awal bagi saya adalah kelengkapan dan aksesori yang sudah kita miliki, sedapat mungkin lensa-lensa lama yang ada masih dapat dipergunakan pada kamera DSLR yang akan kita beli. Walaupun sekarang banyak dijual adapater untuk lensa-lensa lama agar bisa dipasangkan pada kamera digital modern, namun tetap saja kecocokan sistem lebih disarankan, khususnya pada merk Nikon, Pentax atau mungkin juga Sony (yang memakai sistem Minolta).
Dari kesemua pilihan diatas, Nikon menjadi pilihan utama saya mengingat ada beberapa lensa lama yang sudah saya miliki dengan bayonet Nikon. Berangkat dari situ pilihan saya jatuh pada Nikon D40, sebuah DSLR 'mini' bersensor 6 Megapixel. Saya katakan mini karena memang ukurannya yang tergolong kecil untuk SLR, hampir menyamai DSLR Olympus yang menganut sensor berformat 4/3, walaupun D40 sebenarnya masih tetap menggunakan sensor ukuran sekitar 22x15 mm (dengan croping factor 1,5). Bandingkan dengan sensor full frame (sama dengan ukuran film 35mm) yang berukuran 20x30 mm.
Dari informasi di internet yang berhasil saya kumpulkan, Nikon D40 termasuk kamera pemula yang memadai dalam hal kehalusan hasil fotonya karena 6 Mpix sudah dirasa cukup untuk keperluan fotografer amatir yang umumnya tidak akan mencetak lebih besar dari ukuran 20x30 cm. Lagi pula dengan ukuran sensor yang sedemikian adalah tidak bagus bila 'dipaksa' memasukkan lebih banyak pixel sensor cahaya karena justru akan mengurangi performa nya karena sensor akan cepat menjadi panas. Nikon D200 sebenarnya sempat terpikirkan mengingat pada tipe ini pengukur cahaya masih dapat berfungsi meskipun kita menggunakan lensa manual fokus keluaran lama (seperti lensa-lensa yang saya miliki...), tapi harganya yang mendekati 8 juta rupiah dalam kondisi bekas membuat saya ragu apakah cukup rasional memgeluarkan dana sebesar itu untuk DSLR pertama saya. Sama seperti waktu pertama saya memutuskan membeli kamera prosumer digital, dimana saya memutuskan memilih tipe lama dengan harga relatif murah untuk mengenali kebutuhan apa yang saya inginkan dari kemera digital dan ternyata pilihan saya tepat dengan tidak memilih tipe prosumer termahal saat itu, karena setelah 6 bulan memakai prosumer saya memutuskan menggantinya dengan DSLR dikarenakan alasan-alasan tertentu.
clip_image002
Kembali ke Nikon D40, kendala utama untuk mendapatkan kamera idaman ini adalah karena saat itu (Januari 2009) kamera ini sudah tidak dikeluarkan lagi oleh distributor resminya (discontinue). Lagi-lagi saya dihadapkan kepada pilihan alternatif, mengambil seri baru dari Nikon untuk pemula yaitu Nikon D40x / D60, atau memilih membeli D40 dalam kondisi bekas. Nikon D40x tidak banyak berbeda dengan D40 hanya ada tambahan fasilitas pembersih sensor, sedangkan D60 ada tambahan menjadi 10 Megapixel. Jujur saja saya sangat dipengaruhi oleh review dari Ken Rocwell dari situsnya http://www.kenrockwell.com/nikon/d60.htm yang mana D40 sangat diunggulkan melebihi tipe penerusnya, dilihat dari segi fungsi dan harganya. Oleh karena itu akhirnya saya putuskan tetap memilih Nikon D40 walaupun harus membelinya dalam kondisi bekas, namun hal ini juga menguntungkan mengingat saya bisa menghemat budget karena sebagaimana umumnya barang elektronik, kondisi bekas kamera DSLR memang mengalami penurunan harga yang cukup banyak.
Berburu di internet untuk mendapatkan Nikon D40 yang masih dalam masa garansi (resmi) dan juga dengan harga jual yang wajar, termasuk gampang-gampang susah. Apalagi kita juga harus memilih calon penjualnya apakah sudah mempunyai reputasi yang baik dalam hal jual beli di internet. Beberapa situs fotografi seperti Bursa Fotografer.Net sangat membantu sistem jual beli on-line dengan mengharuskan adanya identifikasi KTP untuk setiap anggotanya, sehingga mengurangi kemungkinan penipuan kerena identifikasi penjual dan pembeli yang jelas. Akhirnya pilihan jatuh pada D40 body only dengan kondisi lumayan, shutter count belasan ribu, garansi 6 bulan kedepan dengan harga paling rendah (di bawah 4jt rupiah).
Dua hari setelah transaksi akhirnya D40 itu datang juga, hmm... sesuai dengan yang ditawarkan di internet dan menurut saya amat memadai untuk harganya yang termasuk rendah. Fungsi semua normal, namun belum dapat saya test autofokus karena memang saya belum punya lensa autofokus yang sesuai dengan kamera ini, sementara saya pasangkan lensa-lensa manual fokus lama saya pada bayonet nya....pas dan dapat berfungsi walaupun tanpa pengukur cahaya dan hanya bisa berfungsi di mode full manual. Pengaturan fokus agak sulit karena viewfindernya bukan jenis split image, tapi dengan adanya bantuan rangefinder elektronik yang akan menampilkan bulatan kecil kuning bila fokus sudah tepat amat membantu dalam hal mendapatkan fokus yang tepat dengan lensa manual fokus.
Untuk menyiasati tidak adanya pengukur cahaya, saya membiasakan diri dengan kondisi ISO dan bukaan lensa yang tetap, jadi kita hanya menyesuaikan kecepatan bukaan rana dengan kondisi pencahayaan. Baru kemudian kita atur ulang kombinasi bukaan diagfragma dan shutter speed nya bila menginginkan bukaan lensa yang khusus (untuk mendapatkan DOF yang sempit misalnya..), sama persis dengan waktu dulu saya memakai kamera analog lama yang tanpa dilengkapi dengan pengukur cahaya, dan hanya berpatokan dengan kondisi sinar matahari langsung, berawan atupun dibawah pohon, seperti yang ada disetiap kotak pembungkus film jaman dulu. Sekarang masih untung kita bisa langsung melihat hasilnya di LCD dan melakukan koreksi pencahayaan bila perlu, meskipun sering kita kehilangan moment untuk itu, tapi tetap saja saya merasa sudah mendapat kemudahan dibandingkan dengan memakai kamera analog. Dan yang terpenting saya mendapatkan semua sensasi kamera analog tanpa harus keluar biaya untuk membeli film !!
Akhirnya dengan kamera DSLR Nikon D40 plus lensa-lensa manual fokus ini saya merasakan mendapatkan semua sensasi yang rasakan dulu dengan memakai kamera analog, benar-benar saya sudah 'kembali' bermain-main dengan dunia fotografi, entah apa lagi yang akan saya inginkan setelah ini........clip_image003

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar